INFORMASI BERITA ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA DARI BERBAGAI SUMBER-REVIEW SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA YANG MENGADAKAN KONTES SEO

Sunday, January 1, 2017

Pengertian Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan serta Penjelasannya

Singa sebagai konsumen puncak
Dalam ekosistem, mahluk hidup saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Peristiwa interaksi antar mahluk hidup tersebut sangat banyak jenisnya. Salah satu interaksi yang paling sering adalah peristiwa makan dan dimakan. Interaksi tersebut nantinya akan membentuk Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan. Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan.
 

A.Rantai Makanan

1.Pengertian Rantai Makanan
Rantai Makanan adalah proses pemindahan energi dari satu organisme ke organisme lain dari trofik yang paling rendah ke trofik yang paling tinggi melalui peristiwa makan dan dimakan. Trofik adalah tingkatan dalam rantai makanan. Trofik ini dibedakan berdasarkan caranya untuk mendapatkan makanan. Adapun beberapa tingkatan trofik yaitu :

    1. Produsen (Trofik Tingkat Pertama) :  Merupakan organisme yang dapat membuat makanannya sendiri seperti tumbuhan hijau.
    2. Konsumen Tingkat 1 (Trofik Tingkat Kedua) : Merupakan organisme yang mendapatkan makanannya secara langsung dari produsen. Terdiri dari hewan-hewan herbivora seperti belalang
    3. Konsumen Tingkat 2 (Trofik Tingkat Ketiga) : Merupakan organisme yang mendapatkan makanannya dari konsumen tingkat 1. Terdiri dari hewan-hewan karnivora yang masih dapat dimangsa seperti tikus.
    4. Konsumen Puncak (Trofik Tingkat Keempat) : Merupakan organisme yang mendapatkan makanannya dari tingkatan tropik sebelumnya, dan tidak dapat lagi dimakan oleh konsumen lain. Terdiri dari hewan-hewan karnivora yang sudah tidak dapat dimangsa lagi seperti elang, singa, harimau.
    5. Dekomposer (Pengurai) : Merupakan mahluk hidup yang menguraikan tubuh organisme yang sudah mati. Terdiri dari bakteri pembusuk dan jamur.   

      Tingkatan Tropik, tidaklah selalu seperti diatas. Ada rantai makanan yang panjang, yang dapat terdiri hingga 5-6 tingkatan tropik, adapula rantai makanan yang pendek, yang pada umumnya hanya terdiri dari 4 tingkatan tropik saja. Jadi, bisa saja terdapat Konsumen Tingkat 3 maupun Konsumen Tingkat 4 sebelum akhirnya mencapai konsumen puncak. Semakin panjang rantai makanan, maka semakin sedikit pula energi yang tersedia, sebaliknya semakin pendek rantai makanan maka semakin besar pula energi yang tersedia.

      2.Jenis-Jenis Rantai Makanan
      Secara umum, terdapat 2 jenis rantai makanan yang ada, yaitu :

        1. Rantai Makanan Rerumputan : Merupakan jenis rantai makanan yang dimulai dari tumbuh-tumbuhan pada trofik pertama. Contoh : Rumput - Belalang - Tikus - Ular - Elang - Pengurai
        2. Rantai Makanan sisa/dedritus : Merupakan jenis rantai makanan yang tidak dimulai dari tumbuhan pada trofik awalnya, melainkan dari organisme yang sudah mati. Contoh : Serpihan daun - Cacing tanah - Ayam - Manusia.  

          3.Contoh Rantai Makanan

          Dari gambar diatas, kita dapat mendapatakan sebuah rantai makanan yaitu :

            1. Tumbuhan sebagai produsen dimakan oleh belalang yang merupakan konsumen tingkat 1
            2. Belalang sebagai konsumen tingkat 1 dimakan oleh tikus yang merupakan konsumen tingkat 2
            3. Tikus sebagai konsumen tingkat 2 dimakan oleh ular yang merupakan konsumen tingkat 3
            4. Ular sebagai konsumen tingkat 3 dimakan oleh burung elang yang merupakan konsumen puncak
            5. Elang sebagai konsumen puncak, setelah mati akan diuraikan oleh jamur yang merupakan pengurai

              4.Contoh Rantai Makanan pada Ekosistem Alam
              Berikut adalah beberapa contoh rantai makanan dari beberapa ekosistem yang terdapat di alam :

                1. Ekosistem Sawah : Padi - Tikus - Ular - Elang - Pengurai
                2. Ekosietem Laut : Fitoplankton - Zooplankton - Ikan kecil - Ikan Sedang - Ikan Besar - Pengurai
                3. Ekosistem Hutan : Tumbuhan - Kelinci - Ular - Elang - Pengurai
                4. Ekosistem Padang Rumput : Rumput - Rusa - Singa - Pengurai
                5. Ekosistem Sungai : Tumbuhan air - Ikan - Bangau - Buaya

                  B.Jaring-Jaring Makanan

                  1.Pengertian Jaring-Jaring Makanan
                  Jaring-Jaring Makanan adalah gabungan dari berbagai rantai makanan yang saling berhubungan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan. Perbedaan antara rantai makanan dengan jaring-jaring makanan adalah pada rantai makanan konsumen tidak memiliki pilihan lain selain organisme yang ada pada suatu rantai makanan, sedangkan pada jaring-jaring makanan konsumen memiliki beberapa pilihan organisme untuk dimakan.

                  2.Contoh Jaring-Jaring Makanan



                  Dapat kita lihat dari gambar diatas terdapat beberapa rantai makanan yang dapat kita temukan yaitu :

                  *Produsen Gambar Kiri (Fitoplankton) :
                  1. Fitoplankton - Udang - Paus Biru
                  2. Fitoplankton - Udang - Ikan kecil - Burung Camar - Anjing Laut - Paus Pembunuh
                  3. Fitoplankton - Udang - Ikan kecil - Anjing Laut - Paus Pembunuh
                  4. Fitoplankton - Zooplankton - Ikan Kecil - Burung Camar - Anjing Laut - Paus Pembunuh
                  5. Fitoplankton - Zooplankton - Ikan Kecil - Anjing Laut - Paus Pembunuh

                  *Produsen Gambar Kanan (Rumput Laut)
                  1. Rumput Laut - Kepiting - Cumi-cumi - Anjing Laut - Paus Pembunuh
                  2. Rumput Laut - Kepiting - Cumi-cumi - Penguin - Paus Pembunuh
                  3. Rumput Laut - Kepiting - Cumi-cumi - Penguin - Anjing Laut - Paus Pembunuh

                  Jadi, berdasarkan gambar diatas, terdapat 8 rantai makanan yang berbeda, dimana paus pembunuh dan paus biru merupakan konsumen puncak yang artinya mereka tidak dapat dimangsa oleh konsumen lainnya.

                  Dapat kita lihat juga dari gambar diatas, bahwa konsumen seperti ikan kecil, anjing laut, dan paus pembunuh memiliki beberapa pilihan organisme untuk dimakan/dimangsa. Inilah yang membedakan antara rantai makanan yang hanya terdapat 1 pilihan mangsa saja dengan jaring-jaring makanan yang memiliki beberapa pilihan mangsa.

                  Dalam suatu ekosistem, jika terdapat organisme yang punah dalam suatu rantai makanan ataupun jaring-jaring makanan, maka dapat menggangu keseimbangan dari suatu ekosistem tersebut. Sebagai contoh, jika elang punah, maka jumlah ular akan semakin banyak dan tentu akan membutuhkan lebih banyak tikus sebagai mangsanya yang pada akhirnya mengurangi jumlah tikus secara drastis. Karena jumlah tikus berkurang secara drastis, maka jumlah belalang akan semakin banyak dan tentu akan membutuhkan lebih banyak tumbuhan sebagai makanannya yang pada akhirnya mengurangi jumlah tumbuhan secara drastis. Setelah tikus dan tumbuhan berkurang secara drastis atau bahkan habis, maka ular dan belalang secara perlahan namun pasti akan ikut mati juga. Hal ini tentu akan menganggu keseimbangan dari suatu ekosistem.

                  Nah, itu tadi penjelasan mengenai rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat membantu pembaca sekalian dalam lebih memahami mengenai rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D