INFORMASI BERITA ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA DARI BERBAGAI SUMBER-REVIEW SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA YANG MENGADAKAN KONTES SEO

Sistem Tata Nama Ilmiah Mahluk Hidup (Binomial Nomenclature)

Pada awalnya, nama dari mahluk hidup diberikan sesuai dengan nama pada masing-masing daerah. Hal ini tentu akan membuat kebingungan mengenai mahluk hidup mana yang dimaksud antara satu daerah dengan daerah lainnya. Maka dari itu, pada tahun 1735 seorang ahli botani asal Swedia bernama Carolus Linnaeus memperkenalkan cara penamaan yang lebih sistematik pada mahluk hidup yang dikenal dengan binomial nomenclature. Berikut adalah penjelasan mengenai sistem binomial nomenclature
  
Sistem Binomial Nomenclature
Berikut adalah cara pemberian nama ilmiah berdasarkan sistem binomial nomenclature :

A.Nama Jenis (Spesies)
Berikut adalah cara pemberian nama ilmiah pada tingkat spesies :
  1. Menggunakan bahasa latin atau bahasa lain yang dilatinkan
  2. Nama jenis terdiri dari dua kata. Kata pertama merupakan nama genus yang huruf awalnya ditulis dengan menggunakan huruf kapital. Sedangkan kata kedua merupakan nama penunjuk spesies yang huruf awalnya ditulis menggunakan huruf kecil.
  3. Nama jenis dicetak miring jika menggunakan komputer, atau dapat digaris bawahi secara terpisah jika menggunakan tulisan tangan. 
  4. Nama penemu boleh dicantumkan di belakang spesies. Contoh : Oryza sativa L. (Padi) L menunjukan singkatan dari nama penemunya (L = Carolus Linnaeus)
  5. Jika nama spesies belum diketahui maka dapat menggunakan "sp." (zoologi) atau "spec." (botani). Contoh : Canis sp.
Contoh nama jenis (spesies) :
  • Nama ilmiah padi adalah Oryza sativa (Tulisan komputer) atau Oryza sativa (Tulisan tangan). Oryza merupakan nama genus, sedangkan sativa  merupakan nama jenis. 
  • Nama ilmiah kelapa adalah Cocos nucifera (Tulisan komputer) atau Cocos nucifera (Tulisan Tangan). Cocos merupakan nama genus, sedangkan nucifera merupakan nama jenis

B.Nama Marga (Genus)
Nama Marga hanya terdiri dari satu kata saja. Nama marga ditulis dengan cetak miring dan huruf awalnya menggunakan huruf besar. Contoh : Felis (Kucing)

C.Nama Suku (Famili)
Nama suku diambil dari nama salah satu marga anggota famili. Terdapat perbedaan tata cara penamaan pada nama suku antara hewan dengan tumbuhan. Pada hewan nama suku ditulis dengan menggunakan nama marga dan dibelakangnya ditambah dengan idae (Nama marga + idae). Sedangkan pada tumbuhan, nama suku ditulis dengan menggunakan nama marga dan dibelakangnya ditambah dengan aceae (Nama marga + aceae).

Contoh nama suku (famili) :
  • Felis menjadi Felidae (Felis + idae)
  • Solanum menjadi Solanaceae (Solanum + aceae)

D.Nama Bangsa (Ordo)
Hanya berlaku pada tumbuhan, nama bangsa diambil dari salah satu nama suku dengan mengubah akhiran aceae menjadi ales. Contoh : Zingiberales (Zingiber + ales)

E.Nama Kelas (Classis)
Nama Kelas diambil dari nama suku + nae. Atau juga dapat diambil dari ciri khas suatu organisme tersebut. Contoh : Chlorophyta, Rhodophyta, dll.

F.Nama Divisi (Filum)
Nama Divisi pada tumbuhan, akhirannya diberikan pyhta atau mycota. Contoh : Antophyta, Eumycota.

Nah, itu tadi penjelasan mengeani Sistem tata nama ilmiah mahluk hidup berdasarkan sistem Binomial Nomenclature. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat membantu pembaca sekalian agar dapat menyusun tata nama ilmiah mahluk hidup. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya :D
Labels: Biologi, Pengetahuan

Thanks for reading Sistem Tata Nama Ilmiah Mahluk Hidup (Binomial Nomenclature). Please share...!

Back To Top