INFORMASI BERITA ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA DARI BERBAGAI SUMBER-REVIEW SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA YANG MENGADAKAN KONTES SEO

Wednesday, February 22, 2017

Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Dampak Inflasi

Inflasi merupakan suatu masalah yang cukup serius di berbagai negara. Kenaikan harga-harga yang terjadi dapat merugikan banyak pihak, bahkan dapat merugikan suatu negara. Namun, jika inflasi hanya terjadi dalam skala ringan saja, malah dapat menguntungkan, karena orang akan semakin giat untuk bekerja, menabung, dan berinvestasi.

A.Pengertian Inflasi
Secara umum, Inflasi dapat diartikan sebagai keadaan dimana harga cenderung meningkat secara terus menerus dan berlaku secara umum yang akan menyebabkan turunnya nilai uang. Kenaikan harga pada masa hari raya seperti lebaran, tidak termasuk kedalam inflasi, karena harga dapat diturunkan kembali.

B.Jenis Inflasi
Inflasi dapat dibedakan menjadi 4 berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu :

  1. Inflasi Ringan (Kurang dari 10%/tahun)
  2. Inflasi Sedang (10% - 30%/tahun)
  3. Inflasi Berat (30% - 100%/tahun)
  4. Hiperinflasi (diatas 100%/tahun)

Hiperinflasi atau disebut juga inflasi yang tidak terkendali, merupakan kondisi dimana harga barang naik begitu cepat dan nilai uang menurun secara drastis. Hal ini dapat terjadi karena perang, kondisi politk suatu negara yang tidak stabil, dan depresi ekonomi.

C.Asal Terjadinya Inflasi
Inflasi dapat terjadi dari luar negeri ataupun dalam negeri. Berikut adalah penjelasannya

1.Luar Negeri
Inflasi dari luar negeri atau disebut juga Imported Inflation terjadi dikarenakan adanya kenaikan harga di luar negeri, yang berpengaruh terhadap harga didalam negeri. Biasanya terjadi pada negara yang sering mengimpor barang dari luar negeri. Inflasi ini terjadi karena adanya aktivitas perdagangan internasional.

2.Dalam Negeri
Inflasi dari dalam negeri atau disebut juga Domestic Inflation terjadi karena beberapa faktor yang ada didalam negeri. Berikut adalah faktor-faktor tersebut :

  1. Defisit Anggaran : Inflasi yang terjadi akibat pencetakan uang yang berlebihan untuk menutupi defisit anggaran suatu negara.
  2. Terjadi Gagal Panen : Inflasi dapat terjadi ketika gagal panen terjadi. Hal ini, akan mengakibatkan stok di pasar berkurang, dan membuat permintaan lebih tinggi dibandingkan penawaran, yang akan menyebabkan inflasi
  3. Kredit Untuk Keperluan Produksi Dibatasi : Kondisi semacam ini akan mengakibatkan harga barang dari waktu ke waktu semakin naik.

D.Penyebab Inflasi
Secara umum, ada 4 penyebab utama terjadinya inflasi, yaitu kenaikan permintaan, kenaikan biaya produksi, jumlah uang yang beredar dan ekspetasi masyarakat. Berikut adalah penjelasan dari ke 4 penyebab tersebut

1.Kenaikan Permintaan
Penyebab inflasi karena kenaikan permintaan disebut juga sebagai Demand-pull inflation. Inflasi ini terjadi karena permintaan masyarakat terhadap barang lebih besar dibandingkan dengan penawaran barang, sehingga hal ini menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran. Supaya terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran, maka harga-harga dinaikkan. Kenaikan permintaan ini dapat terjadi karena meningkatnya anggaran belanja pemerintah, ekspansi bisnis, konsumen yang enggan menabung dan memilih membeli barang lebih banyak.

2.Kenaikan Biaya Produksi
Penyebab inflasi karena kenaikan biaya produksi disebut juga sebagai Cost-push inflation. Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga-harga faktor produksi seperti peningkatan gaji karyawan akan menyebabkan produsen mengalami kenaikan biaya produksi. Hal ini, akan membuat produsen menaikkan harga jual barangnya, dan terjadilah inflasi.

3.Jumlah Uang yang Beredar Bertambah
Inflasi ini terjadi dikarenakan jumlah uang yang beredar di masyarakat semakin bertambah. Biasanya, terjadi pada negara-negara yang memakai sistem anggaran defisit, untuk menutupi defisit anggarannya. Hal ini akan membuat nilai uang turun, karena uang semakin mudah didapatkan, dan akhirnya meningkatkan harga-harga. Jumlah uang yang beredar ini biasanya akan dikendalikan oleh Bank Sentral suatu negara.

4.Ekspetasi Masyarakat
Inflasi ini terjadi akibat perkiraan masyarakat terhadap harga yang akan terus meningkat. Misalnya, sebuah perusahaan memperkirakan bahwa perusahaan pesaingnya akan meningkatkan harga sebesar 5 persen, maka perusahaan tersebut, kemungkinan juga akan meningkatkan harganya sebesar 5 persen pula. Jika perusahaan lain juga ikut berekspetasi yang sama, maka terwujudlah ekspetasi tersebut, dan akhirnya harga meningkat sebesar 5%. Hal ini tentu akan sangat merugikan, karena jika ekspetasi terjadi terus menerus, maka tidak akan ada habisnya.

E.Dampak Inflasi
Inflasi akan berpengaruh kepada anggota masyarakat dibawah ini :

1.Pemilik Pendapatan Tetap dan Tidak Tetap
Bagi pemilik pendapatan tetap, tentu inflasi akan sangat merugikan dirinya. Sebagai contoh, seorang pensiunan pegawai negeri pada tahun 1990 mendapatkan uang sebesar 1,5 juta yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidupnya pada saat itu. 10 Tahun kemudian terjadi inflasi yang menyebabkan uang 1,5 juta tadi sudah tidak dapat lagi mencukupi kebutuhannya.

Namun, bagi orang dengan pendapatan tidak tetap (Pendapatan mengikuti laju inflasi), maka inflasi bukanlah masalah yang terlalu besar. Sebagai contoh, seorang karyawan pada tahun 2000 mendapatkan gaji 2 juta, 5 tahun kemudian gajinya meningkat menjadi 2,5 juta karena adanya kenaikan gaji akibat meningkatnya harga barang kebutuhan (inflasi), maka karyawan tersebut tetap dapat memenuhi kebutuhannya meskipun inflasi terjadi.

2.Penabung
Inflasi dapat menyebabkan minat seseorang untuk menabung. Hal ini dikarenakan nilai mata uang semakin menurun. Walaupun menabung menghasilkan bunga, namun jika tingkat inflasi tetap berada diatas tingkat bunga, tetap saja nilai uang menurun. Bila orang enggan menabung, hal ini dapat menyebabkan dunia usaha dan investasi sulit untuk berkembang. Hal ini dikarenakan bank kekurangan dana untuk dunia usaha.

3.Debitur dan Kreditur
Inflasi yang tidak diperhitungkan, dapat menguntungkan debitur (peminjam) dan merugikan kreditur (pemberi pinjaman). Hal ini dikarenakan ketika debitur meminjam kepada debitur, nilai uang masih lebih tinggi dibandingkan setelah terjadinya inflasi, sedangkan ketika debitur mengembalikan uang kepada kreditur dimana sudah terjadi inflasi, nilai uang akan lebih rendah, namun debitur tetap mengembalikan jumlah yang sama sesuai dengan pinjamannya. Hal inilah yang menyebabkan debitur mengalami keuntungan, sedangkan debitur mengalami kerugian. Namun, jika debitur dan kreditur sudah memperhitungkan laju inflasi, tidak ada pihak yang akan dirugikan.

4.Produsen
Bagi Produsen, inflasi dapat menguntungkan dan merugikan. Inflasi menguntungkan, jika harga barang yang dijual lebih tinggi dibandingkan biaya produksi. Namun, jika inflasi akan meningkatkan biaya produksi hal ini tentu akan merugikan produsen. Bahkan, dalam kasus inflasi yang cukup parah, produsen dapat gulung tikar (bangkrut), karena biaya produksi yang terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan keuntungan yang didapatkan.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai inflasi. Semoga dengan adanya artikel ini, dapat memberi informasi lebih lanjut kepada pembaca mengenai inflasi. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan juga artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya 😀