INFORMASI BERITA ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA DARI BERBAGAI SUMBER-REVIEW SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA DI INDONESIA YANG MENGADAKAN KONTES SEO

Wednesday, September 13, 2017

Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

Masyarakat selalu berkembang dan mengalami perubahan. perubahan yang terjadi dalam masyarakat tersebut disebut sebagai perubahan sosial. Ada beberapa macam bentuk perubahan sosial yang berbeda-beda dan pengaruhnya terhadap masyarakat. Berikut ini adalah penjelasan mengenai bentuk-bentuk perubahan sosial.

Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial
Ada 8 macam bentuk perubahan sosial. Kedelapan bentuk tersebut adalah sebagai berikut :

A.Perubahan Lambat (Evolusi)
Evolusi adalah perubahan sosial yang terjadi secara lambat atau membutuhkan waktu yang lama. Dalam evolusi perubahan terjadi secara perlahan yang biasanya merupakan perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti. Perubahan ini terjadi dengan sendirinya tanpa adanya rencana atau kehendak tertentu. Masyarakat hanya berusaha untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh : Masyarakat yang dahulunya sederhana, menjadi masyarakat yang maju.

B.Perubahan Cepat (Revolusi)
Revolusi adalah perubahan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Perubahan ini dapat direncanakan ataupun tidak direncanakan dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau menggunakan kekerasan. Ukuran kecepatan suatu perubahan relatif karena revolusi pun dapat memakan waktu yang lama. Contoh : Revolusi industri di Inggris yang merupakan perubahan dari proses produksi tanpa mesin ke proses produksi menggunakan mesin. Waktu sebenarnya untuk melakukan perubahan ini lama, namun dianggap cepat dalam hal merubah sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat seperti sistem kekeluargaan dan hubungan antara buruh dengan majikan.

C.Perubahan Kecil
Perubahan kecil adalah bentuk perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh yang besar atau signifikan. Perubahan ini tidak membawa pengaruh berarti bagi masyarakat secara keseluruhan. Contoh : Perubahan mode pakaian yang hanya diikuti oleh beberapa orang saja.

D.Perubahan Besar
Perubahan besar adalah perubahan yang berpengaruh terhadap masyarakat dan lembaga-lembagannya, seperti sistem kerja, hak milik tanah, hubungan kekeluargaan, dan stratifikasi masyarkaat. Contoh : Urbanisasi ke kota-kota yang menimbulkan lahan dikota menjadi sempit dan lahan didesa tidak terurus dengan baik. Akibatnya banyak wanita dan anak-anak yang menjadi buruh dan pengemis di kota.

E.Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan
Perubahan yang dikehendaki/direncanakan adalah bentuk perubahan yang sebelumnya telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan perubahan didalam masyarakat. Pihak-pihak ini merupakan orang-orang yang memiliki kepercayaan masyarakat sehingga memiliki kekuasaan untuk melakukan perubahan. Contoh daripada pihak ini adalah pemerintah. Sedangkan contoh perubahannya adalah lahirnya undang-undang perkawinan berdasarkan peraturan pemerintah No. 10 Tahun 1963 yang membatasi kaum laki-laki terutama PNS untuk mempunyai istri lebih dari satu.

F.Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan
Perubahan yang tidak dikehendaki/tidak direncanakan adalah bentuk perubahan dimana perubahan ini di luar pengawasan masyarakat dan kemampuan manusia. Perubahan ini bisa menimbulkan akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat. Contoh : Petani didesa yang menggunakan traktor, yang mana pengunaan traktor merupakan perubahan yang dikehendaki. Namun, disisi lain muncul perubahan yang tidak dikehendaki seperti kurangnya kebersamaan dalam mengurus lahan pertanian dengan petani lainnya.

G.Perubahan Struktural
Perubahan struktural adalah perubahan yang sangat mendasar yang menyebabkan timbulnya reorganisasi dalam masyarakat. Contoh : Perubahan sistem pemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi.

H.Perubahan Proses
Perubahan proses adalah perubahan yang tidak mendasar dan merupakan penyempurnaan dari perubahan yang telah ada sebelumnya. Contoh : perubahan kurikulum yang hanya merupakan penyempurnaan dari kurikulum yang telah ada sebelumnya.

Itu tadi penjelasan mengenai bentuk-bentuk perubahan sosial. Terima kasih telah berkunjung ke blog ini, dan jangan lupa nantikan artikel kami yang menarik dan bermanfaat selanjutnya.